Dunia Psikologi Perkembangan...

Dunia Fantastis..

Rabu, 05 Mei 2010

Perkembangan Kognitif dan Bahasa Pada Anak


Perkembangan Kognitif

1. Teori kognitif Piaget
Piaget dalam teorinya memandang anak sebagai individu (pembelajar) yang aktif. Perhatian utama Piaget tertuju kepada bagaimana anak-anak dapat mengambil peran dalam lingkungannya dan bagaimana lingkungan sekitar berpengaruh pada perkembangan mentalnya. Piaget tidak memberikan penekanan terhadap pentingnya bahasa dalam perkembangan kognitif anak. Bagi Piaget bukan perkembangan bahasa pertama yang paling fundamental dalam perkembangan kognitif melainkan aktivitas atau action.
Menurut psikologi Piaget, dua macam perkembangan dapat terjadi sebagai hasil dari beraktivitas, yaitu asimilasi dan akomodasi. Suatu perkembangan disebut asimilasi jika aktivitas terjadi tanpa menghasilkan perubahan pada anak, sedangkan akomodasi terjadi jika anak menyesuaikan diri terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya. Misalnya ketika anak sudah bisa menggunakan sendok dan kemudian diberi garpu dan dia menggunakan garpu (alat makan baru) sebagaimana ia menggunakan sendok yang berfungsi sebagai alat makan yang dikenal sebelumnya, berarti ia telah melakukan asimilasi. Akan tetapi, ketika ia sadar bahwa dengan garpu ia memiliki kesempatan untuk makan dengan cara menusukkan garpu ke makanan dan bukan cuma menyendoknya. Dengan demikian, anak itu telah melakukan akomodasi.
2. Teori kognitif Vygotsky
Vygotsky memberikan pandangan berbeda dengan Piaget terutama pandangannya tentang pentingnya faktor sosial dalam perkembangan anak. Vygotsky memandang pentingnya bahasa dan orang lain dalam dunia anak-anak. Menurut Vygotsky perkembangan bahasa pertama anak tahun kedua di dalam hidupnya dipercaya sebagai pendorong terjadinya pergeseran dalam perkembangan kognitifnya. Bahasa memberi anak sebuah alat baru sehingga memberi kesempatan baru kepada anak untuk melakukan berbagai hal, untuk menata informasi dengan menggunakan simbol-simbol.
Menurut Vygostky, anak belajar dengan cara menginternalisasi hasil dari interaksi dengan orang tua. Orang lain dan bahasa memiliki peranan penting dalam perkembangan kognitif anak.
Dalam teori Vygotsky, ada yang disebut dengan ZPD ( Zone of Proximal Development )adalah kesenjangan antara apa yang sudah bisa mereka lakukan dengan apa yang belum bisa mereka capai dengan mengandalkan diri mereka sendiri, dalam arti memerlukan bantuan teman, anak lain yang lebih terlatih, juga orang dewasa.
ZPD dibagi menjadi dua . ZPD batas bawah dan ZPD batas atas. ZPD batas bawah maksudnya tingkat keahlian yang dimiliki anak secara mandiri. Sedangkan ZPD batas atas maksudnya tingkat keahlian tambahan yang dimiliki anak dengan bantuan instruktur.
Beberapa pengikut Vygostky, telah mengaplikasikan sebuah metafora mengenai perancah ( scaffold ). Scaffolding adalah dukungan sementara yang diberikan oleh orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya sampai anak tersebut bisa melakukan sendiri, sehingga terjadinya perubahan tingkat dukungan pada anak. Scaffolding dapat membantu orang tua dan guru secara efisien memandu kemajuan kognitif anak. Misalnya seorang anak yang sedang belajar jalan, awalnya dengan ”mentitah” atau menegakkan tubuh anak sambil memegangi kedua tangannya ketika berjalan, kemudian dengan melepaskan satu tangan kita, sehingga semakin lama tangannya dilepas, dan membiarkan anak belajar berjalan tanpa dipegangi lagi, lalu membiarkannya berjalan sendiri beberapa langkah yang anak mampu hingga akhirnya benar – benar dapat berjalan sendiri.

Perkembangan Bahasa
Nadia, 5tahun, sendiri di ruang belajarnya dan menggambar. Saat menggambar, ia berbicara dalam hatinya, ”Enaknya rumah ini aku kasih warna apa ya??, hijau atau biru, hmmm..biru aja dech,lebih bagus..”. Kemudian saat telah selesai menggambar terdengar ia sedang berbicara keras, ”Yess..akhirnya selesa juga,bagus banget dech gambarku,pasti Bu Guru kasih aku nilai bagus..”
Perkataan pribadi (Private Speech) adalah penggunaan bahasa untuk kemandirian pribadi pada anak berusia 3- 7 tahun tanpa adanya niat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Macamnya ada dua, seperti dalam contoh Nadia di atas, berbicara dalam hatinya ketika menggambar disebut dengan private speech internal, sedangkan kalimat keras yang dia ucapkan saat selesai menggambar adalah private speech eksternal. Anak yang melakukan Private Speech biasanya dalam melakukan kegiatan lebih fokus dan memiliki kinerja yang baik.



Terima Kasih..Semoga Bermanfaat..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar